Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2020

Inovasi Sistem/Teknologi Informasi di bidang Kesehatan

Saat ini virus corona sedang melanda di seluruh negara menyebabkan sulitnya beraktivitas diluar rumah, dan juga banyak infrastruktur di bidang kesehatan mengalami kewalahan dalam menangani pasien yang terjankit virus Covid-19.

Sudah hampir 7 bulan virus ini terus mengalami penyebaran, tapi belum juga ada tanda penurunan. Karena hal itu orang-orang melakukan segala cara agar virus Corona ini tidak memanas. mulai dari rajin mencuci tangan selama 20 detik, memakai masker dan menjaga jarak. namun tetap saja Virus tidak kunjung turun dengan kita yang sudah melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. ditambah lagi tenaga kerja kesehatan yang semakin menipis, mengingat mereka juga manusia yang tidak bisa istirahat selama Corona masih diluar sana dan memakan korban banyak. 

Mengetahui ini, orang-orang melakukan berbagai inovasi berbasis teknologi seperti menggunakan robot dengan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengidentifikasi virus dan mengembangkan vaksin selagi manusia mencoba untuk mengobati dan merawat pasien. Mengetahui Robot tidak bisa terkontaminasi virus ini, robot ini dapat kita gunakan tanpa khawatir robot tersebut akan membawa virus Corona. seperti yang dilakukan perusahaan bluedot, mereka adalah perusahaan yang menciptakan robot berbasis artificial intelligece untuk melakukannya di Wuhan, Cina. Bahkan melalui kecerdasaan buatan yang berhasil di produksinya, berhasil mendeteksi keberadaan virus beberapa hari sebelum adanya konfirmasi langsung dari negeri tirai bambu tersebut. pengembangan ini juga dilakukan untuk mendeteksi penyakit, dengan cara memanfaatkan big data dan riwayat pasien. dan juga membuat formulasi yang tepat guna menciptakan vaksin novel corona dengan cara membuat model, menghitung peluang hingga mempersempit waktu uji coba.

Tidak hanya itu, sebuah inovasi lainnya yang sudah ada untuk mencegah penyebaran adalah Helm pembaca suhu tubuh. sebuah perusahaan di cina berhasil membuat helm pembaca suhu tubuh. dalam produk baru tersebut disematkan juga teknologi infra merah dan juga sistem virtual reality. dengan begini, petugas yang berada di lapangan bisa melihat suhu tubuh setiap orang yang lewat. jika ada orang yang lewat memiliki suhu tubuh diatas rata-rata, maka petugas dengan sigap dapat langsung melakukan tingakan untuk mencegah penyebaran. Helm ini memiliki catatan bahwa helm tersebut dinilai memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan mampu membaca suhu tubuh 100 orang sekaligus.

Bagaimana dengan para tenaga kerja kesehatan yang rentan terpapar dengan virus ini? untuk menjawab pertanyaan ini, tim dosen institut teknologi sepuluh november bekerja sama dengan rumah sakit Universitas Airlangga tengah mengembangkan robot pelayan pasien. Inovasi ini digenjot mengingat jumlah tenaga medis yang gugur di Indonesia sudah mencapai lebih dari 50 orang. robot ini di ciptakan untuk mengantarkan makanan, pakaian serta peralatan lainnya yang dibutuhkan pasien sehingga para tenaga medis tidak harus bertatap muka secara langsung dengan pasien Covid 19 ini. Untuk mengendaliannya, mereka digerakan langsung dari tenaga medis itu sendiri secara remote. jadi tidak perlu khawatir jika robot melakukan sesuatu diluar batas protokol karena langsung digerakan dan dikendalikan oleh perawat itu sendiri.

Banyak sekali yang ikut serta membantu untuk mudahnya kita membeli obat dan konsultasi secara online agar kita tidak harus hadir di rumah sakit yang mungkin banyak pasien dan banyak virus didalamnya. pembayaran pun dibuat mudah dengan kita bisa membayar biaya obat dan konsultasi dengan Virtual Account pay. jadi orang yang mungkin tidak terpapar virus Corona ini tetapi memiliki penyakit lain, melihat jika kita kerumah sakit para dokter banyak yang takut praktik, pasien pun juga banyak yang takut ke tempat layanan dokter, sehingga pembelian obat secara online dan konsultasi dengan dokter secara virtual adalah jalan keluar yang sangat optimal, dan berharap dengan minimnya kontak antar manusia, diharapkan kita dapat memutus tali penyebaran Virus Corona ini.



ref:

https://www.cekaja.com/info/5-inovasi-di-bidang-kesehatan-untuk-redam-corona

https://voi.id/berita/3779/menyiapkan-teknologi-informasi-untuk-cegah-penyebaran-covid-19

https://www.liputan6.com/health/read/4284167/ini-peran-teknologi-bagi-dunia-kesehatan-di-masa-pandemi-covid-19




Jumat, 22 Februari 2019

Implementasi Sistem Terdistribusi pada bidang Transportasi dan Logistic



Definisi Sistem Terdistribusi

Sistem Terdistribusi terdiri dari dua kata yaitu “ Sistem” dan “Terdistribusi”. Jadi Sistem terdistribusi adalah sekumpulan elemen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan juga membentuk satu kesatuan guna menyelesaikan satu tujuan yang spesifik atau menjalangkan sperangkat fungsi. Adapun terdistribusi yaitu berasal dari kata “distribusi” yang ialah lawan kata dari “sentralisasi” yang artinya adalah penyebaran, sirkulasi, penyerahan, pembagian menjadi bagian-bagian kecil.
Dalam penggunaanya sistem terdistribusi sangat diperlukan karena:
  • Performance : Sekumpulan prosesor dapat menyediakan kinerja yang lebih tinggi daripada komputer yang terpusat.
  • Distribution : Banyak aplikasi yang terlibat, sehingga lebih baik jika dipisah dalam mesin yang berbeda (contoh: aplikasi perbankan, komersial)
  • Reliability : Jika terjadi kerusakan pada salah satu mesin, tidak akan mempengaruhi kinerja system secara keseluruhan
  • Incremental Growth : Mesin baru dapat ditambahkan jika kebutuhan proses meningkat
  • Sharing Data/Resource : Resource adalah Segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer. Meliputi hardware (e.g. disk, printer, scanner), juga software (berkas, basis data, obyek data).
  • Communication : Menyediakan fasilitas komunikasi antar manusia.

Contoh Sistem Terdistribusi Transportasi dan Logistic
Transport and logistics [GPS, google map, Gearth..]

Apa itu GPS?
GPS adalah kependekan dari Global Positioning System, merupakan system navigasi berbasis satelit yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika yang didukung oleh 27 jaringan satelit.

GPS terdiri dari 3 segmen: Segmen angkasa, Segmen kontrol/pengendali, dan Segmen pengguna. Dimana segmen angkasa terdiri dari 24 satelit yang beroperasi dalam 6 orbit pada ketinggian
20.200 km dan inklinasi 55 derajat dengan periode 12 jam (satelit akan kembali ke titik yang sama dalam 12 jam).

Satelit tersebut memutari orbitnya sehingga minimal ada 6 satelit yang dapat dipantau pada titik manapun di bumi ini. Satelit tersebut mengirimkan posisi dan waktu kepada pengguna seluruh dunia.

Setiap satelit mentransmisikan dua sinyal yaitu L1 (1575.42 MHz) dan L2 ( 1227.60 MHz). Sinyal L1 dimodulasikan dengan dua sinyal pseudo-random yaitu kode P (Protected) dan kode C/A (coarse/aquisition). Sinyal L2 hanya membawa kode P. Setiap satelit mentransmisikan kode yang unik sehingga penerima (perangkat GPS) dapat mengidentifikasi sinyal dari setiap satelit. Pada saat fitur “Anti-Spoofing” diaktifkan, maka kode P akan dienkripsi dan selanjutnya dikenal sebagai kode P(Y) atau kode Y


Refrensi:
https://anrewaluyo.wordpress.com/about/
https://www.ayoksinau.com/pengertian-sistem-terdistribusi-dan-macam-macam-nya/
http://www.superspring.co/apa-Itu-gps-dan-cara-kerjanya

Kamis, 21 Februari 2019

Perkembangan Sistem Android

Android adalah salah satu sistem operasi pada smartphone yang sangat familiar.Sistem operasi ini banyak difungsikan oleh pengguna smartphone untuk membantu aktifitas mereka di ponsel pintar tersebut. Tetapi sejarah perkembangan sistem operasi Android dari masa ke masa masih banyak yang belum mengetahui.

Sebelum terkenal seperti sekarang ini, operasi sistem Android adalah sebuah sistem operasi berbasis Linux untuk smartphone dan juga tablet.

Android dikembangkan pada tahun 2003 oleh perusahaan Android Inc. yang berdomisili di Palo Alto, California, Amerika Serikat.

Pada awalnya sistem operasi Android dibuat untuk disematkan pada kamera digital. Akan tetapi, melihat perkembangan kamera digital yang tidak begitu baik, maka diputuskan untuk mengalihkan penyematan sistem operasi Android dari kamera digital ke smartphone.

Pada saat itu, sistem operasi Symbian dan Windows Mobile telah terlebih dahulu menguasai pangsa pasar smartphone. Keterbatasan keuangan membuat Android Inc. diakuisisi oleh perusahaan raksasa, Google, pada tahun 2005. Android Inc. secara resmi menjadi anak perusahaan Google pada tahun tersebut.

Pada akhirnya, di tahun 2008, Google mengenalkan smartphone pertama yang menggunakan sistem operasi Android, yaitu HTC Dream. Sistem operasi Android versi 1.0 yang digunakan oleh HTC Dream telah berhasil mendongkrak penjualan ponsel pintar

Di tahun-tahun berikutnya, Google terus berusaha menjalin kemitraan dengan beberapa produsen smartphone terkenal, seperti HTC, Samsung, dan juga LG. Google menerapkan sistem terbuka kepada pembuat perangkat maupun pengembang aplikasi dalam memodifikasi atau melakukan pembaharuan pada setiap perangkat lunak yang ada di sistem operasi Android.

Strategi tersebut ternyata telah berhasil menjadikan sistem operasi Android sebagai sebuah sistem operasi yang paling banyak digunakan pada smartphone sampai sekarang.

Pengembangan yang dilakukan pada fitur-fitur Android terus dilakukan secara bertahap, seiring dengan kebutuhan penggunaan smartphone untuk membantu aktivitas penggunanya. Beberapa fitur-fitur baru selalu dimunculkan oleh Android pad setiap peningkatan versinya.
Berikut ini macam-macam versi android yang menyertai sejarah perkembangan sistem operasi Android sejak diperkenalkan ke publik pada tanggal 5 November 2007.


Android Beta

Android Beta merupakan versi pertama sistem operasi Android yang dirilis oleh Google; tepatnya pada tanggal 5 November 2007. Ini merupakan versi resmi yang diperkenalkan ke publik setelah Google mengaukuisisi Android, Inc pada tahun 2005.

Sesaat setelah diperkenalkannya sistem operasi Android Beta; Google merilis Software Development Kit atau SDK dari sistem operasi Android pada 12 November. Sebagai sistem operasi open source; pihak Google merilis kode pemrograman sistem operasi Android di bawah lisensi Apache dan dapat digunakan oleh siapapun untuk mengembangkan sistem operasi serta aplikasi yang dijalankan pada sistem operasi tersebut.


Android versi 1.x
Sistem operasi Android resmi yang digunakan pada perangkat telepon seluler berbasis Android pertama adalah Android 1.0 Astro. Android 1.0 Astro pertama kali dipasang pada telepon seluler HTC Dream; sistem operasi ini pertama kali diperkenalkan pada 23 September 2008. Nama Astro kemudian dihilangkan karena masalah hak cipta.

Android 1.1 Bender merupakan versi update yang dirilis pada 9 Februari 2009; nama Bender kemudian juga dihilangkan karena masalah hak cipta. Ponsel T-Mobile G1 merupakan perangkat yang menggunakan sistem operasi ini.

Android 1.5 Cupcake merupakan versi android selanjutnya dari sistem operasi Android; ini merupakan awal dari era penamaan sistem operasi Android dengan menggunakan nama dessert atau makanan pencuci mulut.

Sebagai versi resmi yang ketiga; dipilih nama Cupcake yang menggunakan abjad awalan C. Sistem operasi Android ini dibuat berdasarkan kernel Linux 2.6.27 dan pertama kali dirilis pada 30 April 2009. Terdapat beberapa fitur baru termasuk widget yang dapat diubah ukurannya serta kemampuan mengunggah video dan gambar ke Youtube dan Picasa.

Android 1.6 Donut


Android 1.6 Donut dirilis pada 15 September 2009; fitur pencarian ditambahkan pada update sistem operasi ini serta desain interface yang lebih mudah dipahami. Versi android ini juga merupakan sistem operasi Android pertama yang dapat dikombinasikan dengan teknologi CDMA/EVDO, 802.1x, VPNs dan juga layar WVGA.


Android versi 2.x
Android 2.0/2.1 Eclair pertama kali dirilis pada 9 Desember 2009; terdapat peningkatan pada optimasi perangkat keras serta adanya Google Maps 3.1.2 serta penambahan browser dengan basis HTML5. Fitur lampu kilat untuk kamera hingga 3,2 MP serta digital zoom dan juga koneksi Bluetooth 2.1 telah ditambahkan pada versi ini.

Android 2.2 Froyo atau Frozen Yoghurt dirilis pada tanggal 20 Mei 2012 dan terpasang pada smartphone Google Nexus One. Versi ini dapat menjalankan aplikasi Adobe Flash Player 10.1 serta menyertakan kemampuan menggunakan kartu memori SD untuk menyimpan aplikasi. Versi ini sempat mengalami dua kali update dengan dirilisnya Android versi 2.2.1 hingga versi 2.2.3.

Android 2.3 Gingerbread pertama kali dirilis pada 6 Desember 2010; perkembangan pesat terjadi pada update kali ini dengan optimasi kemampuan aplikasi serta game serta disertakannya Near Field Communication. Dukungan untuk penggunaan layar WXVGA serta perkembangan hingga dirilisnya versi 2.3.7 membuat era Gingerbread menjadi era perkembangan pesat Android yang disertai dengan jumlah pengguna terbanyak dibandingkan versi - versi android sebelumnya.


Android versi 3.x
Sistem operasi Android 3.0 Honeycomb dan Android 3.1 Honeycomb dirilis untuk pertama kali pada 22 Februari 2011; sistem operasi Android ini pertama kali dipasang pada Motorola Xoom. Tidak seperti sistem operasi Android yang sebelumnya; Versi android 3.x Honeycomb dikembangkan secara khusus untuk melakukan optimasi fungsi dan aplikasi pada PC tablet.


Android versi 4.x
Sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich merupakan generasi Android selanjutnya; sistem operasi Android ini pertama kali diperkenalkan pada 19 Oktober 2011 dan Samsung Galaxy Nexus menjadi smartphone pertama yang menggunakan sistem operasi ini.

Sistem operasi ini dikembangkan untuk menjadi versi update dari sistem operasi Android sebelumnya; secara teori semua perangkat telepon seluler yang menggunakan Android Gingerbread dapat diupgrade menjadi menggunakan sistem operasi Android Ice Cream Sandwich.


Sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean

Sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean merupakan lanjutan dari pengembangan sistem operasi Android sebelumnya; sistem operasi ini memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh sistem operasi versi sebelumnya serta menawarkan beberapa fitur baru.

Pembaruan pada sistem input keyboard, tampilan baru pada fitur pencarian dan Voice Search serta tampilan interface yang lebih mudah dipahami dan digunakan.

Penambahan fitur Google Now menjadi sebuah lompatan besar pada sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean ini; Google Now dapat memberikan berbagai macam informasi terkini seperti kondisi cuaca, kepadatan lalu lintas hingga informasi populer seperti hasil pertandingan bola basket dan sepak bola. Sistem operasi ini pertama kali digunakan pada tablet buatan Asus yaitu Google Nexus7.

Android 4.2 Jelly Bean merupakan versi update dari versi android 4.1; terdapat beberapa perbaikan dan penambahan fitur seperti adanya fitur photosphere untuk menangkap gambar panorama serta screensaver Daydream. Beberapa fitur fungsional seperti power control, mengunci layar widget serta menjalankan beberapa user pada PC tablet menjadi beberapa penambahan pada update sistem operasi Android ini. Android 4.2 Jelly Bean pertama kali dipasang pada LG Google Nexus 4.

Android 4.3 Jelly Bean pertama kali dirilis pada 24 Juli 2013 dan pertama kali dipasang pada tablet Nexus 7; versi update dengan perbaikan pada beberapa bug kemudian dirilis pada 22 Agustus.

Android 4.4 KitKat

Android 4.4 KitKat pertama kali dirilis pada 3 September 2013; sebelumnya sistem operasi Android ini diberi nama Key Lime Pie dan kemudian diubah karena nama tersebut kurang populer. Sistem operasi ini sempat dikabarkan menjadi Android versi 5.0 namun ternyata hanya menggunakan nama baru KitKat; sistem operasi Android ini pertama kali digunakan pada Nexus 5.



Android versi 5.x
Sistem operasi Android 5.0 Lollipop pertama kali dirilis pada 25 Juni 2014; sebelumnya sistem operasi ini diperkenalkan dengan kode Android L. Update penggunaan sistem operasi Android dari versi sebelumnya ke versi 5.0 pertama kali dibuka pada 12 November 2014. Interface baru digunakan serta beberapa perbaikan pada akses notifikasi yang lebih mudah. Perubahan paltform dengan Android Runtime menggantikan Dalvik dilakukan guna meningkatkan performa aplikasi dan juga mengoptimalkan konsumsi energi dari baterai.

Android 6.0 Lollipop




Android 6.0 Marshmallow
Pertama kali dikenalkan pada may 2015 dengan kode name ‘Android M’ yang kemudian dirilis secara resmi pada oktober 2015. Marshmallow merupakan pengembangan dari android Lollipop salah satu kelebihannya mampu menjaga konsumsi baterai yang lebih hemat.

Android 6.0 Marshmallow



Android Nougat 7.0
Beragam peningkatan fitur dan kemampuan menghiasi kehadiran Android N yang menjadi penerus Versi Android Marshmallow. Salah satunya adalah Multi-Window yang memungkinkan pengguna handphone android membuka dua aplikasi sekaligus secara split screen.

Nama Nougat diambil dari makanan penutup khas dari daratan Eropa yang berupa campuran telur kocok, gula/madu, dan kacang (almond, pistachio, atau hazelnut), biasanya berbentuk batangan seperti coklat kacang kemasan.

Android 7.0 Nougat sendiri mulai dikembangkan pada Maret 2016 dan Rilis Akhir tahun 2016. Peningkatan kemampuan untuk menghemat baterai menjadi salah satu fitur yang paling dibutuhkan sebagian besar pengguna handphone android. Fitur Doze Mode dapat mengatur penggunaan baterai dengan cara membatasi aktifitas aplikasi yang bekerja dibelakang layar ketika layar mulai padam.


Android 8.0 Oreo
Android Oreo hadir dengan keunggulan yang Smarter, Faster, dan lebih Powerfull dari versi sebelum-sebelumnya.

Fitur baru yang diunggulkan adalah Picture-in-picture dan Autofill yang dapat membantu pengguna Smartphone Android menavigasi tugas dengan mulus.

Fitur Picture-in-picture memungkinkan anda melihat dua aplikasi sekaligus ditambah lagi Supersonic Speed membuat anda dapat membuka tugas baru dengan lebih cepat.

Android 8.0 digambarkan sebagai Super hero yang sedang dalam misi penyelamatan.




Refrensi:

  • https://www.capuraca.com/2015/01/sejarah-perkembangan-sistem-operasi-android.html
  • https://www.amongguru.com/sejarah-perkembangan-sistem-operasi-android-dari-masa-ke-masa/
  • https://tekno.kompas.com/read/2018/10/30/06490017/menengok-10-tahun-evolusi-android-dari-cupcake-hingga-pie-

Selasa, 03 Oktober 2017

Sinopsis dan Riview Film Ex-Machina

Sinopsis
Ex-machina adalah sebuah film sci-fi yang bertema kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence(A.I)
Caleb (Domhnall Gleeson) memenangkan undian untuk datang ke fasilitas riset rahasia milik Nathan (Oscar Isaac), yang merupakan pemilik perusahaan search engine bernama Blue Book, tempat ia bekerja sebagai programmer. Tanpa pikir panjang, Caleb pun datang menuju tempat Nathan di tengah hutan yang alami nan sejuk, serta jauh dari hiruk pikuk manusia. Awalnya, Caleb tidak tahu untuk apa lagi setelah ia datang ke tempat tersebut. Setelah menandatangani surat perjanjian, Nathan pun memberitahu Caleb bahwa ia telah membuat robot dengan kecerdasan buatan, dan tugas Caleb adalah mengujinya dengan Turing Test

Dari situlah, perkenalan awal Caleb dengan sang robot berkecerdasan buatan bernama Ava (Alicia Vikander) bermula. Dari pertemuan awal tersebut, Caleb hanya melontarkan pertanyaan-pertanyaan sederhana terkait siapa sesungguhnya jati diri Ava. Di balik layar, ada Nathan yang mengawasi dan selalu mencatat setiap perkembangan dari Ava. Semakin lama, Caleb semakin akrab dengan Ava. Sebagai ganti dari Caleb yang mencoba mencari tahu siapa dirinya, Ava pun ingin tahu lebih banyak lagi mengenai Caleb. Hingga suatu ketika, Ava membicarakan sesuatu yang bersifat menggoyahkan pemikiran Caleb di tempat tersebut.

Tugas Caleb menguji Ava dengan Turing Test adalah untuk menguji apakah ia memang sedang berinteraksi dengan seorang manusia atau sebuah komputer/mesin. Tapi dalam benak Caleb, ia berfikir mengapa harus mengujinya jika hanya dengan melihat penampakan luarnya saja sudah seperti robot. Berbeda dengan Nathan, ia justru beranggapan bahwa dengan menunjukkan bentuk asli Ava, akankah Caleb masih berfikir ia robot dengan segala kecerdasan yang dimilikinya layaknya manusia. Karakter Ava sendiri digambarkan begitu sempurna dengan kemampuannya yang benar-benar mendekati manusia. Mulai dari cara ia bertanya dengan pertanyaan yang mengintimidasi Caleb, hingga bagaimana ia memilih pakaian yang tepat untuk ia pakai. Kemampuannya dalam mengolah segala pengetahuan berasal dari sinkronisasi otaknya dengan Blue Book. Seperti layaknya seorang pria bertemu dengan wanita atau sebaliknya, Caleb dan Ava tidak bisa menghindari perasaan tersebut.


Caleb sudah jatuh terlalu dalam pada Ava. Kemudian ia buktikan kesungguhan cintanya itu dalam sebuah secret plan mereka berdua. Dari titik ini, penonton semakin yakin bahwa Caleb sangat mencintai Ava, tapi tidak tahu bagaimana perasaan Ava sendiri terhadap Caleb. Benarkah Ava juga mencintai Caleb, ataukah ia murni pemrograman dari Nathan. Namun ternyata Alur yang dibuat tidak seseperti yang sudah diperkirakan oleh penonton pada akhirnya yang biasanya mempunyai akhir yang bahagia , ternyata ava adalah benar benar robot yang telah di program sedemikian rupa untuk memanipulasi otak dia meninggalakan caleb begitu saja didalam rumah nathan setelah rencana mereka telah berhasil dilaksanakan.

Review
film Ex-Machina menggunakan alur yang membuat orang menduga-duga dan ikut berfantasy dengan apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh pemain film tersebut , dengan teknologi canggih bisa menggambarkan ava sedemikian rupa dengan bertubuh robot dan berparas bagai wanita cantik , Ending film yang mind-blowing mengisyaratkan bahwa ini bukan sekedar pertarungan antara manusia dan A.I. namun juga sedikit menyindir persaingan gender. Tak sekedar mengambil embel-embel "sci-fi" , namun mengeksplorasi lebih jauh tentang sisi emosional dari tindakan manusia yang ingin menjadi seperti Tuhan, dan robot yang ingin menjadi seperti manusia, serta bagaimana konsekuensinya bagi dunia dan masa depan.

Makna yang terkandung dalam film:
  • Jangan mudah terpengaruh dengan teknologi yang sangat canggih.
  • Jangan mudah dikalahkan teknologi karna bagaimana juga yang membuat teknologi adalah manusia.
  • Jangan terlalu mudah percaya dengan seseorang.
  • Kita harus bisa mengontrol teknologi yang kita buat.

Refrensi: https://iza-anwar.blogspot.co.id/2015/06/ex-machina-2015.html

Sabtu, 17 Juni 2017

Review

Combining ITIL, COBIT, and ISO/IEC 27002 in Order to Design a Comperhensive IT Framework in Organization

1.       Introduction
Management is an attempt to direct and control a group of one or more people or entities for the purpose of coordinating and harmonizing them towards accomplishing a special goal . At present Management encompasses several dimension like human resources ,financial resource and technological resource. One new area of management is information technology management (or IT management). It is a combination of two branches of study, information technology and management.
‘Information Technology’ has several definition from different perspective :
From the first perspective , IT system are application and infrastructure which are components of a larger product. They enable or are embedded in processes and service.
From the second perspective , IT is an organization with its own set of capabilities and resource. IT organization can be one of various types such as business function , shared service units and enterprise –level core units.
From the third perspective , IT is a category of service utilized by business . They are typically IT application and infrastructure that are package and offered as service by internal IT organization of external service providers. In this perspective IT cost are treated as business expenses.
From the fourth perspective , IT is a category of business assets that provide a stream of benefit for their owner , including but not limited to revenue , income and profit. In this perspective IT cost are treated as investment.
All definition emphasize the importance of IT in the organization . therefore it is crucial to manage and implement IT in the organizations. There are several standards , tools , frameworks, and best practice to manage and maintain IT service. The most applicable and widely used such standards are ISO/IEC 27002 in information security. Hence it is better to combine them to make a comprehensive IT framework in the organization . Based on previous studies the best combination should be between laying ITIL , COBIT and ISO/IEC 17799 together . But ITIL de-facto standard and ISO/IEC 17799 standard recently has been refreshed and changed.
2.       ITIL
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) is a de-facto standard which introduced and distributed by Office of Government Commerce (OGC) in UK and includes all IT parts of organization. At present ITIL is the most widely accepted approach to IT service Management in the world. It has an iterative, multidimensional and lifecycle form structure. ITIL has an integrated approach as required by the ISO/IEC 20000 standard with following guidance.
·         Service Strategy
The service strategy provides guidance on how to design , develop and implement service management form organizational capability perspective and strategic asset. It provides guidance on the principles underpinning the practice of service management which are useful for developing service management policies, guidelines and processes across the ITIL service lifecycle . service strategy guidance is applicable in the context of other parts of ITIL lifecycle. Service strategy covers these parts of IT system : the development of markets , internal and external , service assets, service catalogue and implementation of strategy through the service lifecycle.
Service strategy includes these processes :
§  Financial Management
§  Service Portfolio Management
§  Demand Management
·         Service Design
It is guidance for the design and development of service and service management processes. It covers design principles and method for converting strategic objective into portfolios of service and service assets. The scope of Service Design is includes the changes and improvements necessary to increase or maintain value to costumer over the lifecycle of service, the continuity of service, achievements of service levels and conformance to standards and regulations. It guides organization on how to develop design capabilities for service management. Service Design includes these processes:
§  Service Catalogue Management
§  Service Level  Management
§  Capacity Management
§  Availability Management
§  IT Service Continuity Management
§  Information Security Management Supplier Management , Application Management
§  Data and Information Management Business Service Management
·         Service Transition
It is  guidance for the development and improvement of capabilities for transitioning new and changed service into operations. Service Transition provides guidance on how the requirements of service strategy encoded in Service Design are effectively realized in Service Operation while controlling the risk of failure and disruption . This part of ITIL framework combines practices in release management , program management and risk management and place them in the practical context of service management.
Service Transition processes are:
§  Change Management
§  Service asset and Configuration Management
§  Release and deployment Management
§  Knowledge Management
§  Stakeholder Management
§  Transition Planning
§  Support and Service Evaluation
·         Service Operation
Service Operation tries to embody practice in the management of Service Operation. It includes guidance on achieving effectiveness and efficiency in the delivery and support of service so as to ensure value for the customer and the service provider. Strategic objectives are ultimately realized through Service Operation , therefore making it a critical capability.
It process are:
§  Event Management
§  Incident Management
§  Request Management
§  Problem Management
§  Access Management
·         Continual Service Improvement
This is including of instrumental guidance in creating and maintaining value for customers through better design , introduction and operation of service. It combines principles , practice and methods from quality management, Change Management and  capability improvement. Organization learn to realize incremental and large-scale improvements in service quality , operational efficiency and business continuity.
Its processes are:
§  The 7-Step Improving Process
§  Service Level  Management

 3.       COBIT
The control Objectives for Information and related Technology (COBIT) is a set of best practice (framework) for information technology management created by the Information System Audit and Control Association (ISACA), and the IT Governance Institute (ITGI) in 1992 . COBIT was released and used primarily by the IT community. Later Management Guidelines were added , and COBIT became the internationally accepted framework  for IT governance and control.
                COBIT provides managers , auditors, and IT users with a set of generally accepted measures , indicators, processes and best practice to assist them in maximizing the benefits derived through the use of information technology and developing appropriate IT governance and control in a company.
                In its latest edition, COBIT has 34 high level objective that cover 215 control objective categorized in four domains: Plan and Organize , Acquire and Implement, Deliver and Support, and Monitor and Evaluate.
                The COBIT mission is to research , develop, publicize and promote an authoritative , up to date, international set of generally accepted information technology control objective for day-to-day use by business managers and auditors. Managers, auditors ,and users benefit from the development of COBIT because it helps them understand their IT system and decide the level of security and control that is necessary to protect their companies assets through the development of an IT governance model. COBIT covers four domains:
·         Plan and Organize
The Planning and Organization domain covers the use of technology and how best it can be used in a company to help achieve the company’s goals and objective. It also highlights the organizational and infrastructural form IT is to take in order to achieve the optimal results and to generate the most benefits from the use of IT. Here is list of the high level control objective for the planning and Organization domain.
§  Define a Strategic IT Plan
§  Define The Information Architecture
§  Determine Technological Direction
§  Define the IT Processes, Organization and Relationships
§  Manage the IT Investment
§  Communicated Management Aims and Direction
§  Manage IT Human Resource
§  Manage Quality
§  Assess and Manage IT Risk
§  Manage Projects
·         Acquire and Implement
The aim is to identify its IT requirements acquiring the technology and to implement it within the company’s current business processes.
This domain also addresses the development of a maintenance plan that a company should adopt in order to prolong the life of an IT system and its components. Here is list of the high level control objective for the Acquisition and Implementation domain.
§  Identify Automated Solution
§  Acquire and Maintain Application Software
§  Acquire and Maintain Technology Infrastructure
§  Enable Operation and use
§  Procure IT Resource
§  Manage Changes
§  Install and Accredit Solution And Changes
·         Delivery and Support
This domain tries to manage delivery service which include:
§  Define and Manage Service Levels
§  Manage Third-party Service
§  Manage Performance and Capacity
§  Ensure Continuous Service
§  Ensure System Security
§  Identify and Allocated Costs
§  Educated and Train Users
§  Manage Service Desk and Incidents
§  Manage the configuration
§  Manage Problems
§  Manage Data
§  Manage the Physical Environment
§  Manage Operation
·         Monitor and Evaluate
The Monitoring and Evaluation domain deals with a company’s strategy in assessing the needs of the company and whether or not the current IT system still meets the objectives for which it was designed and the controls necessary to comply with regulatory requirements. Monitoring also covers the issue of an independent assessment of the effectiveness of IT system in its ability to meet business objective and the company’s control process by internal and external auditors . The following table list the high levels control objective for the Monitoring domain
§  Monitor and Evaluate IT Processes
§  Monitor and Evaluate Internal Control
§  Ensure Regulatory Compliance
§  Provide IT Governance
 4.       ISO/IEC 27002
This is an information security management system (ISMS) standard which is the code of practice for Information Security Management. It list security control objectives and recommended range of a specific security controls .
Organizations that implement an ISMS in accordance with the best practice advice in ISO/IEC 27002 are likely simultaneously to meet the requirements of ISO/IEC 27002, but certification is entirely optional (unless mandated by the organization’s stakeholder).
 5.       ITIL related to COBIT
The strength within ITIL is the way processes are described with difference activities and flowcharts to use for target implementation . Cost/Benefit and Implementation issues are also described. There are also guidelines for reviews and Critical Success Factors, but these issues  are better described in COBIT, First of all COBIT is defined by the IT-audit community as a framework highly suitable for authority. COBIT is also stronger when it come to management issues where “Management Guidelines” provides the implementer with a reference where Critical Success Factors are describe together with Key Goal Indicators ,Key Performance Indicators  and Capability Maturity Models (CMM).
When ITIL is benchmarked with COBIT , it has been found that they correspond with each other to a high degree ,especially, when the processes  of COBIT are ITIL based as in its latest version . In spite of different words used for the same issues but they cover the same problem. It is only for incident Management in ITIL that there is not any equivalent in COBIT. This however ,does not mean that it is not covered at all. Instead it may be covered in the other part of the framework or with a different approach. As shown in table therefore it is better to borrow concepts/process, Activities, Cost/Benefits and planning to Implementation from ITIL standard and audits from COBIT to design a comprehensive framework.
6.       ITIL related to ISO/IEC 27002
            As already mentioned, ISO/IEC 27002 is used for information security and not just IT issues, With such broad objective it is apparent that ISO/IEC 27002 does not correspond with ITIL as much as ITIL does with COBIT . ISO/IEC 27002 main straight is in its application for ensuring overall security at all levels within an organization.
          Problem Management and Configuration Management in ITIL have not any equivalent in ISO 27002. Configuration Management has a huge impact on the IT environment and it should be handled in a secure manner. In addition in ISO/IEC 27002 security is characterized as the preservation of confidentially , integrity and Availability. In ITIL Availability is about quality aspect such as reliability, maintainability , serviceability & resilience. Another important finding in the benchmark it that financial issues are not handled at all in ISO/IEC27002 ,instead it is about only risk management, i.e. the implementer should mitigate risks to avoid costs. ITIL on the other hand , is about financing and cost allocation for the delivery of IT-services.
              Therefore it is better to borrow Information Security process from ISO/IEC 270002 in designing a comprehensive framework.

 7.       Conclusion
In every organization today, IT service must be delivered in a cost efficient manner, mitigating security risk and complying with legal requirements. The equation is difficult to handle and in some cases it seems like an  impossible mission . To be able to survive in this environment a combination of ITIL, COBIT and ISO/IEC 27002 can be value able for organization targets , Implementers should use ITIL to define strategies , plans and processes, use COBIT for metrics, benchmarks and audits and use ISO/IEC 27002 to address security issues to mitigate the risk as below in Table 2.
ITIL
COBIT
ISO/IEC 27002
Concepts/process
Critical Success Factors
Information Security
Activities
Metric (CSF,KPI)
Cost/Benefits
Benchmarking (CMM)
Planning for Implementation
Audit


8.       Referensi
[1] wikipedia, Management, HBusiness and Economics WikiProjectH., 3 July 2007, Hhttp://en.wikipedia.org/wiki/ManagemenHt.
[2] Sharon Taylor, S.Lacy, I.Macfarlane, ITIL:Service Transition,TSO publications.Norwith,UK,2007
[3] wikipedia, ISO-IEC-27002:,HISO standardsH, November 2007 , http://www.bsiglobal.com/en/Assessment-and-certificationservices/management-systems/Standards-and-Schemes
[4] Wikipedia, COBIT:2005,Quality Management, 24 November 2007, Hhttp://en.wikipedia.org/wiki/COBITH.
[5] Wikipedia, ISO/IEC 20000:2005, ISO/IEC standards,October 2007, Hhttp://en.wikipedia.org/wiki/ISO_20000H.
[6] Wikipedia,ITIL v3, HInformation technology managementH , 24 November 20, Hhttp://en.wikipedia.org/wiki/ITIL_v3H.
[7] John Wallhoff, Combining ITIL with COBIT and 17799, 15 October 2007,Hwww.scillani.comH\COBIT\Scillani%20Article% 20Combining%20ITIL%20with%20Cobit%20and%20 17799.
[8]     ITIL forum(2007), Information Technology Infrastructure Library ver 3, From Wikipedia, the free encyclopedia
[9]  Jan van Bon,M.Pieper,A.Veen,T.Verheijen,Best Practices: Introduction to ITIL,TSO Publications,Norwich,June 2007.
[10] Sharon Taylor, M.Iqbal, M.Nieves, ITIL:Service Strategy,TSO publications.Norwith,UK,2007
[11]Sharon Taylor, V. Lioyd,C.Rudd, ITIL:Service Design,TSO publications.Norwith,UK,2007 [12]Sharon Taylor,S. Lacy,I.Macfarlane, ITIL:Service Transition,TSO publications.Norwith,UK,2007
[13]Sharon Taylor, D. Cannon,D.Wheeldon, ITIL:Service Strategy,TSO publications.Norwith,UK,2007
[14] Sharon Taylor, G.Case,G.Spalding, ITIL:Continual Service Improvement,TSO publications.Norwith,UK,2007
[15] Eric Lachapelle, White Paper : “Control Objectives for Information and related Technology “,Veridion Inc.,Montreal, Canada,2 October2007, Hwww.veridion.netH\ITIL+COBIT\cobit_en_wp.pdf,2007.
[16] David Kohrell, CobiT and IT Governance - Elements for building in securityfrom the top, down and thebottom, up,23 October 2007, www.tapuniversity.com
[17] Introduction To ISO 27002 (ISO27002), 27 November 2007,http://www.27000.org/iso-27002.htm
 [18] Peter Hill, K. Turbitt, Combine ITIL and COBIT to MeetBusiness Challenges , 9 November 2007, www.bmc.com,\COBIT\BMC_BPWP_ITIL_COBIT_ 06.pdf  Referensi
[1] wikipedia, Management, HBusiness and Economics WikiProjectH., 3 July 2007, Hhttp://en.wikipedia.org/wiki/ManagemenHt.
[2] Sharon Taylor, S.Lacy, I.Macfarlane, ITIL:Service Transition,TSO publications.Norwith,UK,2007
[3] wikipedia, ISO-IEC-27002:,HISO standardsH, November 2007 , http://www.bsiglobal.com/en/Assessment-and-certificationservices/management-systems/Standards-and-Schemes
[4] Wikipedia, COBIT:2005,Quality Management, 24 November 2007, Hhttp://en.wikipedia.org/wiki/COBITH.
[5] Wikipedia, ISO/IEC 20000:2005, ISO/IEC standards,October 2007, Hhttp://en.wikipedia.org/wiki/ISO_20000H.
[6] Wikipedia,ITIL v3, HInformation technology managementH , 24 November 20, Hhttp://en.wikipedia.org/wiki/ITIL_v3H.
[7] John Wallhoff, Combining ITIL with COBIT and 17799, 15 October 2007,Hwww.scillani.comH\COBIT\Scillani%20Article% 20Combining%20ITIL%20with%20Cobit%20and%20 17799.
[8]     ITIL forum(2007), Information Technology Infrastructure Library ver 3, From Wikipedia, the free encyclopedia
[9]  Jan van Bon,M.Pieper,A.Veen,T.Verheijen,Best Practices: Introduction to ITIL,TSO Publications,Norwich,June 2007.
[10] Sharon Taylor, M.Iqbal, M.Nieves, ITIL:Service Strategy,TSO publications.Norwith,UK,2007
[11]Sharon Taylor, V. Lioyd,C.Rudd, ITIL:Service Design,TSO publications.Norwith,UK,2007 [12]Sharon Taylor,S. Lacy,I.Macfarlane, ITIL:Service Transition,TSO publications.Norwith,UK,2007
[13]Sharon Taylor, D. Cannon,D.Wheeldon, ITIL:Service Strategy,TSO publications.Norwith,UK,2007
[14] Sharon Taylor, G.Case,G.Spalding, ITIL:Continual Service Improvement,TSO publications.Norwith,UK,2007
[15] Eric Lachapelle, White Paper : “Control Objectives for Information and related Technology “,Veridion Inc.,Montreal, Canada,2 October2007, Hwww.veridion.netH\ITIL+COBIT\cobit_en_wp.pdf,2007.
[16] David Kohrell, CobiT and IT Governance - Elements for building in securityfrom the top, down and thebottom, up,23 October 2007, www.tapuniversity.com
[17] Introduction To ISO 27002 (ISO27002), 27 November 2007,http://www.27000.org/iso-27002.htm